Apakah Ibadah Itu Harus Dipublikasikan

Table of Contents
Begitu banyak perdebatan terjadi tentang publikasi ibadah di media sosial, ada yang begitu keras menyatakan kontra adapula yang menganggap hal itu harus dilakukan untuk memberi motivasi kepada orang lain.

Sebenarnya kita tidak bisa menghakimi orang yang suka mempublikasi kebaikan-kebaikan yang ia lakukan, setiap amal ibadahnya ia post di facebook, instagram atau sosial media lainnya. Apakah niatnya untuk pamer atau hanya sekedar hobi saja atau mungkin sudah menjadi kebiasaan baginya itu hanya kesenangan semata.? kita tidak tahu niat seseorang.

Jika setiap orang yang suka mempublikasi kebaikan di media sosial itu kita anggap pamer, riya atau membangga-banggakan diri, tentu hal ini pandangan yang keliru.

Apakah Ibadah Itu Harus Dipublikasikan.?

Apakah Ibadah Itu Harus Dipublikasikan


Hal ini tidak bisa kita tanyakan kepada orang lain dan juga begitu berat untuk didiskusikan, karena ini berkaitan dengan bagaimana kita bersikap dalam menggunakan media sosial, kembalikan pertanyaan itu pada diri kita sendiri.

Apa tujuan kita memposting amal ibadah di media sosial.?
Apa yang kita inginkan dari itu.?

Yang mengetahui jawabannya hanya kita sendiri, apakah ada unsur pamer atau riya disana.? jawabannya ada pada perasaan kita sendiri.

Kendatipun kita sudah menguatkan tekad dengan niat bersih, tidak untuk pamer, hanya untuk memotivasi orang lain sebagai pengguna atau penikmat media sosial.

Namun kita tidak bisa menjamin niat itu akan tetap bersih, Bagaimana jika kita mendapat pujian.? hal inilah yang perlu dikhawatirkan. Jika terlena dan merasa berbangga hati dengan pujian maka dapat dipastikan sudah ada yang salah pada diri kita.

Sebenarnya untuk apa ibadah dipublikasikan.?
Kita sudah pasti tahu bahwa sebaik-baik ibadah yang memiliki niat suci karena Allah, bukan karena ingin dilihat orang atau mengharap pujian dari manusia.

Namun kenapa kita harus bangga mamerkan ibadah yang kita lakukan di media sosial, entah itu ibadah sedekah, zakat, sholat, membantu orang lain bahkan ibadah umrah dan lainnya.

Agar orang tau, untuk apa jika orang tau.? apa orang harus tau anda beribadah.? kenapa harus didepan camera.? kenapa anda semangat melakukan sesuatu saat disorot camera.?


Orang yang mempublikasikan ibadahnya dengan memposting di facebook, instagram, Story Whatsaap dan media sosial lainnya, untuk apa ia melakukan itu.? hanya ia sendiri dan Allah yang yang tahu, namun sebaiknya kita tidak melakukan itu demi menjaga kesucian niat.

Sudut Pandang Lain
Penggunaan media sosial sudah tidak dapat dikontrol, ada banyak minat dan tujuan pada setiap penggunanya, menjadi wadah kritik, menguraikan pandangan pendapat atau argumentasi, bersosialisasi, kepentingan bisnis dan banyak lagi yang dilakukan orang pada penggunaan media sosial.

Perlu kita pahami bahwa ada saja orang yang menjadikan media sosial sebagai alat merusak hubungan sosial, memancing kritik dan perdebatan publik dan ia mengambil keuntungan dari sana atau mungkin hanya sekedar hobi. Sangat disayangkan jika kita menyibukkan diri dalam keributan di media sosial, menghabiskan banyak waktu, fikiran dan bahkan menganggu pekerjaan kita.

Postingan publikasi ibadah di media sosial, sebaiknya kita menanggapinya dengan bijak, tidak perlu terlalu mengurusi pelakunya, entah itu perbuatan pribadi atau kelompok organisasi, yang patut kita banggakan, masih banyak orang yang mau berbuat baik, peduli dengan sesama, meskipun niat dan cara harus memakai emblem baliho spanduk, publikasi  media tivi, surat kabar dan lain sebagainya.